Postingan

Puisi Hukum

Hukum Mati Ketegangan yang melemahkan tubuhku Kaki dan tangan mulai terasa kaku Dipanggil untuk siapkan diri Dan berdiri didepan seorang diri Menatap kosong ke suatu sudut Memikirkan, “Mengapa aku bisa dituntut?” Berawal dari kesalahan yang kecil Yang bisa hilang dengan sendiri Tetapi, perkiraanku salah total Tak merasa bahwa ini berujung fatal Penyelidikan terus berlanjut sepanjang hari Ku berusaha tuk melarikan diri dari sini Itu semua sudah terlambat Satu demi satu, kasus telah didapat Seorang tersangka dapat ditangkap Yang dijebak dalam sebuah perangkap Bagaikan tikus yang mengambil makanan Bersembunyi tak ada yang mengetahuinya Dibuatlah sebuah racun makanan Yang membunuhnya secara pelan-pelan Penghelatan akan segera dimulai Senjata api telah siap pakai Kepalaku ditutup sehelai kain Disaksikan oleh orang lain Aba-aba “bidik dan tembak!” Jantungku mulai berdetak cepat Pelatuknya sudah ditekan Menembus jantung ...

Puisi Bulan

Bulan Berjalan jauh dari keramaian Dengan merasakan dinginnya malam Hanya mendengar suara dekap langkahku Dan sebuah angin yang menyentuh tubuhku Terpancarlah sebuah sinar di langit Dengan bintang-bintang yang menghiasi langit Menyinari Bumi di malam hari Terasa indah saat dinikmati Terlihat dekat rembulan tersebut Seolah diriku ingin kesana Membayangkan sebuah tangga Dan langsung menaikinya Tetapi itu semua hanyalah khayalan Ku berharap bisa pergi kesana Menginjakkan kakiku di Bulan Melihat Bumi dari kejauhan Oh Bulan… Berkatmu, diriku merasa terjaga Juga, kau seperti temanku Yang terbaik dari yang lain Karya: Mohamad Rifki Hanafi

Puisi Awan

Awan Melihat biru langit nan indah Menenangkan jiwa dan pikiran Bentuknya yang seperti kapas Seolah lembut saat memegangnya Berbaring diatas padang rumput Dengan angin yang berhembus Burung nan terbang jauh Menghiasi di langit biru Warnamu yang putih ini Memiliki ragam bentuk dan arti Mengkhayal dengan bentukmu itu Bergerak-gerak seolah makhluk hidup Ku ingin terbang diatasmu Menghirup udara segar Berbaring diatasmu Bebas penat dan keramaian Karya: Mohamad Rifki Hanafi

Puisi Gadis Pujaan

Gadis Pujaan Senyumanmu yang sangat tulus Kulitmu yang begitu halus Bentuk matamu yang sayu Membuat dirimu amat ayu Tak heran kau dipanggil nona Karena wajahmu begitu merona Kau yang selalu kerja keras Menghasilkan karaker yang cerdas Tak pernah meninggalkan ibadah Hidupnya sangat terarah Saling sapa dengan keluarga dan teman Mengucap kata-kata yang sopan Memakai pakaian sederhana Diriku amat terpesona Kubayangkan dirimu Untuk menjadi kekasihku Karya: Mohamad Rifki Hanafi

Puisi Shalat

Shalat Mendengar Adzan dikumandangkan Diriku bergegas untuk Shalat Mengambil wudhu dengan niat Agar mendekatkan hamba dengan Allah Dengan mengucapkan basmalah dan niat Diriku memulai untuk Shalat Setelahnya langsung berdoa Untuk mengampuni atas segala dosa Ya Allah… Ampunilah atas segala dosaku Ampunilah atas segala kesalahanku Ampunilah atas segala kekhilafanku Ya Allah… Lindungilah hamba Jauhkanlah hamba Dari seluruh hal tercela Ya Allah… Berikanlah jalan yang lurus Untuk hambamu Agar hambamu Menjadi yang lebih baik Karya: Mohamad Rifki Hanafi

Puisi Pagi

Pagi Melihat fajar dari ufuk timur Merasakan udara sejuk ditubuhku Sinarnya mengenai diriku Membuatku damai dan tersenyum Jalan-jalan menikmati ketenangan Menjadikan sebuah kesenangan Saling sapa dengan teman Berjumpa di suatu taman Begitu indah pagi ini Mentari menyinari hari Suasananya yang sepi Seolah dunia sendiri Karya: Mohamad Rifki Hanafi